TENTANG DESA
GAMBARAN UMUM
DESA PEMONGKONG KECAMATAN JEROWARU
TINGKAT KABUPATEN LOMBOK TIMUR TAHUN 2013
A. Gambaran Umum
Desa Pemongkong adalah salah satu Desa yang terletak di bagian Selatan Kecamatan Jerowaru dengan ketinggian 50 meter di atas permukaan laut { DPL } curah hujan 1200 mm Pertahun rata – rata 6 bulan/tahun,suhu udara { rata – rata 20 -35 derajat celcius topograpi adalah dataran Datar dengan jenis dan kesuburan tanah yang di miliki yaitu tanah berwarna coklat kehijauan dengan kedalaman 200 meter. Desa Pemongkong terbagi Dalam 5 Dusun yaitu :
1. Serumbung
2. Ujung
3. Pemongkong Timuk
4. Pemongkong Bat
5. Jelok Buso
Desa Pemongkong berdasarkan fakta geografis merupakan Desa Pantai (Perikanan) dan tidak Menutup Kemungkinan menjadi Desa Pariiwisata yang sebagian Wilayah Desa Masyarakatnya bergerak dalam Bidang Perikanan tetapi sebagian Juga pemilik lahan pertanian ini itupun Sebagian merupakan hak milik/dikuasai oleh warga yang berasal dari luar wilyah Desa termasuk dari Luar Negeri sehingga penduduk yang bermata pencaharian sebagai petani sangat minim.
B. Batas Desa
Adapun Batas Desa Pemongkong Sebagai Berikut
Sebelah Utara : Desa Jerowaru
Sebelah Selatan : Desa Sekaroh
Sebelah Barat : Desa Ekas Buana
Sebelah Timur : Desa Pare Mas
C. Jumlah Penduduk
Jumlah penduduk Desa Pemongkong menurut jumlah KK, jenis kelamin, dan ART
NO NAMA DUSUN KK JUMLAH PENDUDUK JUMLAH
L P
1. SERUMBUNG 325 519 585 1.104
2. UJUNG 263 550 750 1.300
3. PEMONGKONG BARAT 285 525 444 969
4. PEMONGKONG TIMUR 315 517 605 1.122
5 JELOK BUSO 362 605 645 1.250
JUMLAH 1.550 2.716 3.029 5.745
Sumber : sensus penduduk desa pemongkong Tahun 2013
D. Topografi, Klimatologi, Geohidrologi dan Tata Guna Tanah
Berdasarkan topografi wilayah, Desa Pemongkong terletak pada ketinggian antara 0 - 50 meter di atas permukaan laut (dpl) dengan kemiringan antara 0-3% berupa daerah dataran dan daerah pantai. Topografi Desa secara umum merupakan hamparan dataran rendah bergelombang dan sedikit berbukit. Iklim di Desa Pemongkong termasuk iklim tropis dengan tempertur berkisar 20-33°C.
Beberapa bulan terakhir ini curah hujan terlihat semakin meningkat dengan rata-rata sekitar 15 hari (1.159 mm) terjadi pada bulan Oktober s/d Januari 2012. Keadaan hydrologi dapat dilihat dari embung-embung rakyat yang tersebar menyeluruh di wilayah Desa Pemongkong dengan luas sekitar 94 Ha atau sekitar 135 unit embung milik rakyat.
Pola penggunaan tanah selama ini tidak banyak mengalami perubahan yang signifikan, hal ini terlihat dari masih luasnya penggunaan tanah sebagai lahan pertanian apalagi pada saat ini dengan semakin berkembangnya pertumbuhan di sektor perkebunan terutama untuk komoditi tembakau Virginia. Sedangkan lahan permukiman dan perdagangan atau jasa hanya mengalami sedikit perubahan. Permukiman-permukiman baru dibangun hanya pada sekitar pinggiran jalan atau jalur transportasi.
Dengan adanya kebijakan pemekaran wilayah, maka penggunaan tanah menyesuaikan dengan batas administrasi yang baru dikembangkan. Meskipun terjadi konversi lahan terutama persawahan pada kawasan-kawasan sepanjang jalur jalan tetapi perkembangan penggunaan tanah sawah juga terjadi tersebar merata di semua wilayah.
E. Sumber Daya Alam dan Lingkungan
Potensi sumber daya alam di Desa Pemongkong meliputi areal persawahan yang luas dan banyaknya embung rakyat. Selain itu sumber daya kelautan terdapat di wilayah Dusun Serumbung, Dusun Ujung, Dan Dusun Pemongkong Timuk yaitu pembudidayaan udang ikan dengan jumlah sekitar 90 petak.
Berdasarkan besaran curah hujan per tahun, maka wilayah Desa Pemongkong ketersediaan air meteorologisnya termasuk kategori cukup, karena sebagian besar sumber daya airnya merupakan air permukaan. Sedangkan berdasarkan tatanan stratigrafinya mempunyai beberapa jenis bahan galian, akan tetapi belum dieksploitasi karena belum memiliki nilai ekonomis.
Sedangkan di sektor sarana dan prasarana irigasi dan jalan merupakan masalah utama dalam pengembangan wilayah Desa Pemongkong 5 Tahun ke depan, dilihat dari kondisi kelayakannya masih membutuhkan penanganan yang lebih sehingga bisa meningkatkan penghasilan petani dari segi sarana dan prasarana pengairan dan kelancaran transportasi dan mobilisasi perekonomian wilayah.
F. Kondisi Ekonomi
Pertumbuhan ekonomi masyarakat mengalami peningkatan yang tidak signifikan. Hal ini sangat wajar bila ditinjau dari komponen ekonomi lainnya yaitu daya beli paritas (purchasing power parity) relatif rendah. Kondisi ini menggambarkan bahwa sebagian besar masyarakat belum menikmati kesejahteraan. Di sisi lain, sektor lapangan usaha yang memberikan konstribusi terbesar dalam pertumbuhan ekonomi adalah sektor pertanian, perkebunan tembakau dan perikanan.
Adapun konstribusi sektor pertanian yang menjadi mata pencaharian sebagian besar masyarakat pada tahun 2012 tidak mengalami peningkatan yang signifikan, bahkan sempat terjadi gagal panen akibat serangan hama penyakit dan ulat pada tanaman padi. Sedangkan pada sektor perkebunan tembakau sedikit mengalami kendala akibat tingkat curah hujan yang meningkat pada bulan-bulan terakhir 2012.
G. Kondisi Sosial Budaya
Kerukunan hidup beragama masyarakat Desa Pemongkong yang semuanya beragama Islam berjalan harmonis, sehingga aktivitas-aktivitas keagamaan masih tetap terlaksana setiap tahunnya. Di sisi lain tempat-tempat peribadatan memegang peran penting dalam meningkatkan kualitas kehidupan beragama. Sampai dengan tahun ini tercatat 7 buah masjid dan 10 mushalla yang dibangun hampir disetiap perkampungan.
Perkembangan di bidang pendidikan dapat dilihat dari keberadaan sekolah baik negeri maupun swasta yaitu : 5 SD Negeri, 2 SMP, 2 TK, 1 SLTA
Daya dukung fasilitas kesehatan untuk menunjang dan meningkatkan kesehatan masyarakat belum memadai, yang ada hanyalah 2 Gedung Posyandu sementara Posyandu Untuk Dusun Ujung, Pemongkong Timuk dan Pemongkong Barat masih menumpang di rumah warga. Kader yang aktif sejumlah 25 orang dan jumlah sasaran yang telah dicapai meliputi 85% bayi dan 85% Balita.
Dalam bidang adat dan budaya, masyarakat Desa Pemongkong masih memegang teguh adat istiadat yang menjadi dasar dalam membina hubungan kemasyarakatan baik itu dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam menyelesaikan masalah-masalah adat. Ini dibuktikan dengan masih banyaknya kelompok-kelompok banjar yang terbentuk dengan sendirinya di tengah-tengah masyarakat.
G. Pemerintahan Desa
Untuk melaksanakan pemerintahan Desa dibutuhkan sarana dan prasarana yang memadai dalam penyelenggaraan urusan pemerintahan, pembangunan, kesejahteraan masyarakat serta pelayanan yang maksimal kepada masyarakat. Sarana dan prasarana yang ada masih belum maksimal sehingga ini merupakan salah satu prioritas pembangunan.
BPD sebagai bagian dari Pemerintahan Desa memegang peranan penting dalam membangun Desa.
Langganan:
Postingan (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar